Sabtu, 07 Maret 2026

DUA JALAN, SATU TUJUAN

Aku dan waktu, keputusan yang tak terelakkan

Bukan aku, tapi karena harus begitu adanya

Gemuruh angin menyambut kabut, karena amukan yang tak terduga

Tapi bukan mauku, karena memang begitu adanya


Kini ada riuh yang kudengar, karena angin meniup

Entah dari mana mulanya, tapi aku telah ada di sini

Karena kamu, dan memang harus begitu

Karena keputusanmu, aku ada di jalanmu


Aku berjalan di jalanmu, dengan riuh yang tajam

Aku telah tahu sebelum riuh itu, karena diciptakan untuk itu

Tapi aku juga tak tahu, apa maksudnya

Memang kita beda cerita, meski terlahir dari rahim yang sama

Tapi memiliki darah merah yang berbeda rasa


Bukan kamu, bukan juga aku

Tapi karena rahim itu, yang membuat kita berbeda

Meski dari rahim yang sama

Kau dan aku, kita dalam lembar yang sama

Tapi berbeda alur, sebuah kisah yang berbeda


Aku berharap pada rahim, dari mana aku berasal

Entah kapan ia merangkul

Aku dan kau, kini masih berbeda kisah

Meski dalam kisah yang sama, dalam lembar yang sama

Tapi berbeda peran, sejak awal cerita ditulis


Aku masih disini, membaca untain kata puitis

Yang dikisahkan, sedangkan kau disana menikmati cerita

Dari lembar yang sama, aku menafsir isi cerita

Dalam kisah yang sama, kau menikmati isi alur cerita


Di sini, di singgasana anta beranta

Ada kisah dalam lembar yang sama

Ada dua sosok, terlahir dari rahim yang sama

Tapi ada satu yang diberikan, pada satu karakter

Ada tuba pada karakter yang lain

Entahlah... aku masih disini, membaca kisah

Dalam untain kisah yang tertulis, tak ku tau apa maknanya

Mungkin hanya kau, dia yang tau... atau harus ku katakan

Agar kau tau, apa maksudmu itu... karenanya

Pada itunya, kau ku katakan... ENTALAH...


Agustinus Nuradarmada, S.Pd.,Gr

7 Maret 2026

0 komentar: