Senin, 25 Maret 2024

Dari Duka Menuju Damai

Di tengah gelapnya malam nan sunyi,
Hatiku tersayat dan terhimpit oleh derita,
Di relung gelap nan sunyi,
Aku tersesat dan terbuayi dalamnya kesedihan.
Tetapi, dalam hening nan kelamnya semesta,
Telingaku mendengar suara kecil memanggil dengan hati,
Menyapa dengan lembut nan amoi,
Mengajakku menapaki jalan yang penuh damai.
Lewati duka serta lara, untukku teruslah berjalan,
Menuju cahaya nan terang bersinar,
Di balik awan kelam yang menggelayut,
Terselubung pesona kehidupan yang damai.
Diri ini melangkah, meski dalam ragu dan takut,
Membawa luka, pedih dan perih yang terukir di hati,
Namun, setiap langkah yang kuambil, serta ku lalui,
Ku rasakan hangatnya belaian harapan.
Tiada lagi air mata yang berderai mengalir,
Ku temukan naungan kedamaian dalam hati,
Dari duka yang pernah melilit nan membelenggu,
Kini ku jelma menjadi rona yang hangat nan damai.
Bunga-bunga di taman yang menghiasi hatiku kembali mekar,
Semerbakkan jutaan warna jalanan berbatu yang ku lalui,
Setiap detik berlalu membawa keberanian,
Untuk memaafkan dan menerima maaf.
Dari duka yang pernah menyiksa jiwaku,
Kini ku terbang bebas bagai burung yang bersendagurau,
Menerjang angin dengan kekuatan baru,
Menuju pelukan damai yang abadi di dalam kalbu.
Aduhai, dari duka yang teramat dalam di relung hati,
Ku terima hikmah dan kebijaksanaan dalam damai,
Melalui perjalanan penuh perjuangan yang berarti,
Ku temukan arti sejati dari damai.

16 Maret 2024
Agustinus Nuradarmada

0 komentar: