Tampilkan postingan dengan label @Agustinusnuradarmada@google@CEO#. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Agustinusnuradarmada@google@CEO#. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2024

BAYANG - BAYANG MALAM ANAK NEGERI



Langit nan biru payung semesta tempat bernaung
Anak negri berdiri dengan hati penuh luka sayatan
Menagis dalam sunyi
Yang kuasa tak mendengar ratapannya

Dalam kelamnya malam yang hening
Dalam hening kesepian mereka meratap
Ditinggalkan oleh kelaliman
Anak negeri dalam bayang-bayang malam terabaikan

Di bawah bintang mereka bermimpi
Cahaya masa depan mereka harapkan
Tapi keyataan membentang dengan dinginya
Di tengah kegelapan yang menyelimuti tanah air

Oh…anak negeri yang terabaikan
Engkau bukanlah sendiri
Dengan kekuatanmu engkau berjuang
Agar suaramu terdengar, biarkanlah dunia mendengar jeritanmu yang terabaikan
 
28 Februari 2024
Oleh 
Agustinus Nuradarmada

Dari Duka Menuju Damai

Di tengah gelapnya malam nan sunyi,
Hatiku tersayat dan terhimpit oleh derita,
Di relung gelap nan sunyi,
Aku tersesat dan terbuayi dalamnya kesedihan.
Tetapi, dalam hening nan kelamnya semesta,
Telingaku mendengar suara kecil memanggil dengan hati,
Menyapa dengan lembut nan amoi,
Mengajakku menapaki jalan yang penuh damai.
Lewati duka serta lara, untukku teruslah berjalan,
Menuju cahaya nan terang bersinar,
Di balik awan kelam yang menggelayut,
Terselubung pesona kehidupan yang damai.
Diri ini melangkah, meski dalam ragu dan takut,
Membawa luka, pedih dan perih yang terukir di hati,
Namun, setiap langkah yang kuambil, serta ku lalui,
Ku rasakan hangatnya belaian harapan.
Tiada lagi air mata yang berderai mengalir,
Ku temukan naungan kedamaian dalam hati,
Dari duka yang pernah melilit nan membelenggu,
Kini ku jelma menjadi rona yang hangat nan damai.
Bunga-bunga di taman yang menghiasi hatiku kembali mekar,
Semerbakkan jutaan warna jalanan berbatu yang ku lalui,
Setiap detik berlalu membawa keberanian,
Untuk memaafkan dan menerima maaf.
Dari duka yang pernah menyiksa jiwaku,
Kini ku terbang bebas bagai burung yang bersendagurau,
Menerjang angin dengan kekuatan baru,
Menuju pelukan damai yang abadi di dalam kalbu.
Aduhai, dari duka yang teramat dalam di relung hati,
Ku terima hikmah dan kebijaksanaan dalam damai,
Melalui perjalanan penuh perjuangan yang berarti,
Ku temukan arti sejati dari damai.

16 Maret 2024
Agustinus Nuradarmada

Sabtu, 23 Maret 2024

RASA DI ANTARA KITA

Dalam diam aku mengagum
Dalam hening aku terbaring
Dalam gulita aku terpukau
Dalam pekat aku meratap
Apalah artinya jika kita terpisah
Adakah kisah yang terikat 
Adakah tali yang berakhir tak terurai
Adakah dapat kau selami
Lambaian tangan tak ku gapai
Lantunan kasih tapi terberai
Langkah tak hargai
Lepas dalam sanubari
Adakah kau tau
Adakah kau mau
Adakah kau hirau
Adakah aku masih dihatimu
Mata tak saling memandang
Marah tak dapat dihadang
Makna tak kunjung datang
Maka biarlah diawang beranta timang

24 Maret 2024
Agustinus Nuradarmada

Rabu, 21 Februari 2024

Gemulai Mendung Berkah



Ku tatap langit biru ada mendung berarak
Awan nan gemulai menari dengan lembutnya
Ku tatap pada pesona gemulainya tarian awan
Rintik - rintik hujan perlahan turun membasahi tanah

Berkah menyelimuti dahaga alam dengan indah
Di balik gelapnya awan ada harapan tersembunyi
Seperti cahaya yang bersinar dibalik kabut
Mendung berkah, mengingatkan kita betapa sangat Agungnya sang Kalik. Setiap tetes hujan sungguh adalah Rahmat sang Kalik

Di antara gemuruh petir dan kilatan cahaya
Terselip keajaiban yang tersirat dalam gelap yang menyelimuti
Mendung berkah sang Kalik mengajarkan kita kesabaran
Bahwa dalam setiap kesulitan akan berujung pada keberkahan.


Rabu, 21 Februari 2024
Agustinus Nuradarmada

Kamis, 02 November 2023

IBU dan GURU

Ibu, kaulah sosok yang ku jagokan di dunia.
Ibu, kaulah guru idola ku di setiap mimpi dan cita-cita.
Ibu, dalam pelukan mu terasa hangat yang tak enggan ku lepaskan.
Dalam setiap hembusan nafas ku ada teguh yang terasa.

Ibu, kaulah guru yang selalu ku puja.
Tiada lara yang terasa saat aku berada bersama mu.
Lembut suara mu, hangatnya dekapan terasa amatlah dalam relung jiwa ku.
Ibu, kaulah sosok guru panutan bangsa.

Guru pada dikaulah ibu.
Hantaman masa tak enggan ku rasa, saat kau disampingku.
Kata dan tutur terucap dalam lisan mu, memberi arti teramat dalam dunia dan hari-hari ku.
Guru ku kaulah ibu ku, kau mengerti setiap inginku.

Sinar kasih terpancar lembut ku rasa.
Duka dan laraku kau sembuhkan.
Balutan kasih dan dekapan yang lembut, terbuayi kasih terdalam sanubariku.
Ibu, kau sungguh memahami apa yang tak ku pahami.

Karena kau guru yang pandai mengerti hati, hati yang terombang ambing kau kuatkan.
Lara di dalam dada yang tersasa kau pulihkan.
Karena kasih mu yang tulus ibu dan guruku hidupku dihidupkan.
Bahagia ku adalah selalu ada dalam dekapan mu.

Saat aku menjumpai badai kau hadir memberi arti.
Guru ku adalah ibu ku yang selalu memberi inspirasi dalam setiap narasi kehidupan yang kulalui.

Jumat, 27 Oktober 2023

Melodi Cahaya

             

                             Melodi Cahaya


Di bawah panasnya trik matahari yang menggoda 

Dengan lembutnya lautan biru memeluk erat pantai 

Pasir putih dengan emas cahayanya dipantulkan gemilang 

Keindahan alam yang sulit melupakannya 


Terumbu karang yang indah menyembunyikan keajaiban 

Tarian ombak tak henti beirama dalam riakkannya 

Ikan-ikan memamerkan jutaan warna berlarian dalam harmoni tarian 

Alam mengisahkan lukisan karya Yang Kuasa 


Bawah laut yang hening, menyimpan jutaan rahasia 

Hembusan angin tepi pantai, seirama ombak yang menari 

Menyayi riang tak henti, menanti kehangatan matahari 

Dibawah panas triknya matahari, arti hidup yang indah dalam alam yang teratur 


Di bawah panasnya trik matahari, duniaku tumbuh lebih hidup 

Bersama birunya lautan, emasnya fajar dan meronanya senja 

Meniti hidup, dalam fantasi 

Menjani kisah dalam indahnya lukisan yang Kuasa 

Sabtu, 21 Oktober 2023

HARMONI SENJA

HARMONI SENJA

By: Agustinus Nuradarmada

20 Oktober 2023

Ku tatap di ufuk barat, seakan terbakar

Dengan gemilangnya, senjapun tiba

Berjuta warna ciptaan Alam

Dengan harunya,menyapa penikmat senja

Merah  meronanya langit

Awan-awanpun bermain dengan sang angin

Di antara pepohonan dan bukit

Saat senja merangkai kisah indah



Penikmat senja, kuharapkan pada dikau momen ini nikmati

Keindahan malam datang dalam keheningan

Ku harapkan beban dan gelisamu dilupakan

Kau dan senja, bersama dalam damai


Senadung malam melelapkan

Cerita silam dikenangkan

Waktu telah hadiakan masa

Tak pudar harap, angan menari


BUKU CINTA DI BAWAH LANGIT MALAM

21 Oktober 2023

BUKU CINTA DI BAWAH LANGIT MALAM

 Langit malam yang tenang,bertebaran bintang

Angin malam yang lembut, kau dan aku melangkah senang

Di antara gemintang yang bersinar, mimpi kitapun tumbuh

Memeluk bulan, menghiasi dengan riang



Bisikkan angin malam yang sejuk, merangkai kalimat tulus puitis

Kisah cinta kitapun tumbuh, menulisnya menjadi buku

Dibawah bintang yang bersinar terang

Kita menjalani hidup dalam satu irama



Dimalam yang sunyi itu,kita bermimpi bersamanya

Mengalir lembut bagai sungai yang tak pernah kering

Kita bersama dibawah langit yang membisu

Menciptakan kenangan abadi bersama bintang-bintang 



Langit malam, bintang-gemintang bersama rembulan

Menjadi saksi kenangan abadi kita berdua

Angin yang lembut itu merayu kita 

Bumi menjadi alasan lembutnya kisah itu



Ayat pertama buku itu menuliskan indah pertama kalinya

Ayat-ayat diukirnya dengan lembut

Kisah  dalam buku itu dimulai

Kita berdua dan buku itu dibawah langit sunyi.



Agustinus Nuradarmada


Selasa, 17 Oktober 2023

SINAR PERSAHABATAN

 By: Agustinus Nuradarmada

Birunya langit warna yang tidak terbatas 

Perjalanan yang panjang kita jalaninya

Walaupun beribu cobaan,tenanglah kau didalam hatimu

Kuatlah, ragu jaganlah


Bermimpilah  ada bintang yang terang bersinar

Panduan dalam gelap, dalam setiap derap langkah

Badai yang datang kita bersama lewati

Pada kebersamaan yang tulus kita berpegang


Di dalam persahabatan, kekuatan kita temukan

Seirama berjalannya waktu, seperti harta yang berkilau

Kita bersama-sama, ketika tibanya malam

Tak bisa dipisahkan,dalam cahayanya bintang


Fajar datang, bersiaplah tuk melangkah

Embun pagi menyapa, sambutlah

Bila datangnya siang, rianglah

Pada petang yang datang, legahlah bernapas

18 Oktober 2023

Minggu, 15 Oktober 2023

KARYA SANG PENCIPTA

by: Agustinus Nuradarmada,16/10/2023


       KARYA SANG PENCIPTA

Alam yang megah, tak dapat dipahami

Langit biru payung semesta

Gunug-gunung menjulang di bawah lagit biru

Lautan yang dalam menyimpan misteri

Hutan nan rimbun, jangan diusik

Dalam kehenigan, agunglah cipta-Nya

Puisi tersembunyi dalam ciptaan-Nya

Selasa, 10 Oktober 2023

MATA AIR DAN AIR MATA

 Jauh bersembunyi ditengah rimbah

Nan sunyi tanda abadinya kehidupan 

Rahasia alam yang lembut dengan gemerciknya

Mata air berkilau lembut adanya

Tak mengenal dusta, terus mengalir tanpa paksaan

Alam menyimpan rahasia, dalam kegemerlapannya  dihadapan kita 

Tetapi, tak kalah menawannya air mata,

Cerminan hati yang hancur, dari mata mengalir. 

Membuka jalan pada setiap perasaan yang terpendam

Dalam tangis atupun senyum dalam detik seiring nadi berdenyut.

                            


                  10 Oktober 2023

                       Agustinus Nuradarmada

Senin, 09 Oktober 2023

Jumat, 06 Oktober 2023

Kamis, 05 Oktober 2023

MANUK PULU


Ketika fajar mulai menyingsing, aku terbangun dari tidurku. Meskipun semalam aku tidur tanpa dihiasi oleh mimpi yang indah, aku segera merapikan tempat tidurku, bantal peluk, dan selimut yang telah menemaniku semalam. Lalu, aku menyiapkan sarapan untuk mengisi perutku agar tidak terusik oleh rasa lapar. Setelah sarapan, aku segera mandi dan merapikan diriku agar suasana yang ceria mengiringi hariku.


Aku mengenakan seragam sekolahku dan bergegas menuju Bukit Cinta Manuk Pulu. Ya, Manuk Puluh adalah tempat di mana SMP Negeri 7 Elar, sekolahku berdiri megah.

Manuk Puluh dikelilingi oleh pepohonan hijau dan nyanyian burung yang merdu yang selalu menghibur hatiku. Udara yang sejuk membuatku betah berada di sana.


SMP Negeri 7 Elar, sekolahku, berdiri dengan tegak, rapi, bersih, dan bersahaja di tengah Bukit Manuk Pulu. Di sana aku belajar, bermain, dan berkumpul dengan teman-temanku. Setiap pelajaran berharga yang kuterima akan membantu menata masa depan yang cerah.

Aku berjanji akan menjaga Manuk Pulu dengan baik. Aku tidak ingin sekolahku menjadi terlantar dan terusik tempat yang sangat ku cintai ini. Karena Manuk Pulu selalu setia menjaga dan merawat SMP Negeri 7 Elar. Terima kasih karena selalu memuaskan dahagaku. Kau adalah tempat kami Menimbah ilmu. Meskipun berada di atas bukit, kamu memberikan pemandangan indah dan tak ada yang menghalangi pandangan indah yang kamu tawarkan. Terima kasih, SMP Negeri 7 Elar, tegaklah berdiri di Bukit Manuk Pulu untuk kami menimbah ilmu.







Senin, 11 September 2023

Merdeka Belajar di Hati Sang Pengajar

 Kau yang tulus mengukir sejarah yang tak akan pudar

Tiap waktu kau tak berhenti berbagi banyak hal yang bermanfaat

Pada anak bangsa kau berikan semuanya

Dalamnya pedihmu tak terlihatkan, rasapun tidak kau tampakkan

Kau yang mengerti makna dalamnya berkarya

Setiap perubahan dalam duniamu pada dikau selalu menyesuai

Kau mendidik dengan damai dan santun memberi arti

Walaupun kau hanyalah pena yang akan kehabisan tinta, kau tetaplah berdiri disana di depan anak bangsa yang akan mengukir prestasi bangsa dalam waktu yang tak mungkin kau nikmati 

Walau angin surga kian hari kian menjadi mengumbar kabar menggiurkan kaupun menunggu entah kapan menjadi kenyataan 

Tapi kau selalu mengerti akan situasi karena memang demikian seharusnya.

Kini kemerdekaan sejati telah kau raih dihatimu

Kau merdekakan belajar anak bangsa itu karena kau memiliki hati.

Hati  yang selalu setia mendengar jeritan anak bangsa

Hati yang selalu berdamai dengan keadaan sekarang dimana kau mengajar untuk belajar.

Dalam hatimu tak kau hiraukan beban

Kaulah guru yang merdeka di hati.

Kamis, 13 April 2023

KAU


Dikau lentera penghalau pekat gelapnya 

Ingin dikau ku titipkannya

Harapan bangsa ada ditaganmu

Abaikan gelisah terpikul dipundakmu

Dalam sanubarimu kuharap kau gantungkan tinggi citamu 

Impianmu bukan khayalan semata

Karena lentera selalu setia membiaskan cahaya

Nan terang selalu menghampiri langkah sang fajar

Akan ku tunggu kau disaatku nan perlahan meredup gemetar

Sampai pada titik sumbu ku harap kau mulai memberi warna tanpa gentar.


13/4/2023 

Agustinus Nuradarmada

Rabu, 12 April 2023

GURAU

 GURAU


Guraumu ku tersimpuh

Untuk kesekian kalinya

Sampai saat ini masih belum sirnah

Tidak tau entah kapan

Itulah yang masih ku impikan

Gunung mungkin akan meletus

Udara tak bertiup bersahabat

Suara alam yang lembut telah lewat

Tidakkah juga air akan memberi hangat?

Ikatan harapan tak ku biarkan terlewat.

Itulah inginku

Tak ku biarkan kau

Secuil rindu walau tersimpuh

Setitik harapan masih berlabuh

Berharap kau akan mengerti

Tak peduli entah kau menghampiri.


13 April 2023

Kamis, 06 April 2023

Salah satu contoh ungkapan dalam Bahasa Rembong NTT

 Salah satu Contoh ungkapan dalam bahasa Indonesia yang ada dalam bahasa Rembong

Bahasa Indonesia " Bagai makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tak dimakan bapa mati"

Bahasa Rembong " Go Ghan wau, go weta muru"

   BY, Agustinus Nuradarmada. 

            1 Maret 2020.

10 Contoh Kosa Kata Sifat (ADJeECTIVES) dalam Bahasa Rembong NTT

 10 contoh kata sifat dalam bahasa Rembong

1. Molas (cantik)

2.Reba (ganteng, tampan)

3. Lomes ( gaya)

4. Belek (ingin, suka, terpikat, tertarik)

5. Nuk/moghas (rindu, sayang)

6. Rigis (jijik)

7. Pa'it (pahit)

8. Mis'e (manis)

9. Kudon (gelap)

10. Nera (terang)