PRINSIP PEMBELAJARAN DAN ASESMEN
UMUM
AKSI NYATA MENERAPKAN PRINSIP UDERSTANDING BY DESIGN PADA PEMBELAJARAN
Agustinus Nuradarmada
No. UKG: 201509203293
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM
JABATAN PILOTING 2
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
2024
A. MENERAPKAN PRINSIP UDERSTANDING BY DESIGN PADA PEMBELAJARAN
Understanding
by Design (UbD)
atau dikenal dengan sebutan Backward Design merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang dipelopori oleh tokoh pendidikan Grant Wiggins dan Jay McTighe (2005). Pendekatan
UbD berlandaskan pada prinsip-prinsip (Wiggins dan Jay McTighe, 2005), yaitu:
1. Merupakan
perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sebagai bagian dari tugasnya.
2. Merupakan
upaya untuk mengembangkan kemampuan peserta didik memaknai belajar melalui
konsep-konsep utama.
3. Mendorong
peserta didik memaknai pembelajaran secara mandiri melalui bukti kinerja
otentik.
4. Perencanaan
pembelajaran yang efektif yang dimulai guru menentukan capaian atau tujuan
pembelajaran yang dicapai oleh peserta didik.
5. Guru
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Tidak hanya mengajar, guru
harus memastikan pembelajaran terjadi dan bermakna bagi peserta didik.
6. Refleksi
berkala terhadap bagaimana pembelajaran dilakukan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan pembelajaran yang efektif
bagi peserta didik.
7. UbD
merefleksikan peningkatan yang berkelanjutan untuk mewujudkan pembelajaran yang
efektif bagi peserta didik.
B. LANGKAH- LANGKAH PERENCANAA PEMBELAJARAN PRINSIP UBD
UbD
merupakan suatu pendekatan dalam merencanakan pembelajaran yang menekankan pada
pemahaman mendalam peserta didik terhadap materi pelajaran yang diajarkan. Ada tiga langkah utama
yang perlu dilakukan dalam merencanakan pembelajaran dengan prinsip UbD, yaitu
menentukan tujuan pembelajaran, menentukan
asesmen pembelajaran, dan merancang aktivitas pembelajaran (Grant Wiggins dan
Jay McTighe, 2005).

1.
Menentukan Tujuan Pembelajaran
Berdasarkan prinsip
UbD, langkah pertama
yang diperlukan untuk merencanakan pembelajaran adalah menentukan tujuan
pembelajaran.
Tujuan pembelajaran harus jelas, terukur, dan
sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan tujuan pembelajaran,yaitu:
a.
Fokus pada pengembangan pemahaman yang mendalam
dan relevan.
b.
Identifikasi tujuan pembelajaran yang spesifik dan mengarah pada pemahaman
konsep.
2.
Menentukan Asesmen
Pembelajaran
Setelah merumuskan tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya
yang perlu dilakukan pada prinsip UbD adalah merencanakan proses asesmen yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran baik itu Assessment for
Learning (AfL), Assessment as Learning (AaL), dan Assessment of Learning (AoL).
3.
Merancang Kegiatan
Pembelajaran
Setelah merumuskan tujuan pembelajaran dan asesmen, langkah selanjutnya pada prinsip UbD adalah merancang kegiatan pembelajaran dengan memilih pendekatan yang tepat. Mendesain kegiatan pembelajaran dengan prinsip UbD melibatkan perencanaan yang cermat untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang efektif dan bermakna. Kegiatan pembelajaran seharusnya tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menstimulasi pemikiran kritis, refleksi, dan aplikasi konsep dalam konteks yang relevan.
RANCANGAN
PEMBELAJARAN BERDASARKAN PRINSIP
UNDERSTANDING BY DESIGN
PADA
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS
MODUL
AJAR:
Topik:
Introducing Oneself and Others ( Pengenalan Diri dan Orang Lain)
I.
Latar
Belakang
Dalam
konteks pembelajaran Bahasa Inggris, kemampuan untuk memperkenalkan diri dan
orang lain merupakan keterampilan dasar yang esensial. Keterampilan ini tidak
hanya penting dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga dalam situasi formal
dan informal di berbagai konteks budaya. Modul ajar ini dirancang menggunakan pendekatan Understanding by Design (UbD),yang
berfokus pada pemahaman mendalam dan transfer pengetahuan.
II.
Tujuan
Pembelajaran
Tujuan Umum:
·
Meningkatkan
kompetensi siswa dalam memperkenalkan diri dan orang lain dalam Bahasa Inggris,
dengan memperhatikan konteks situasi formal dan informal.
Tujuan
Khusus:
·
Siswa mampu menggunakan
ungkapan-ungkapan yang tepat untuk memperkenalkan diri dan orang lain dalam
situasi formal dan informal.
·
Siswa memahami perbedaan konteks
penggunaan sapaan dan perkenalan dalam budaya yang berbeda.
·
Siswa dapat melakukan dialog perkenalan
dengan lancar dan tepat.
III.
Hasil Pembelajaran yang Diinginkan
Big
Ideas:
·
Pentingnya menggunakan sapaan dan
perkenalan yang tepat dalam berbagai konteks komunikasi.
·
Pemahaman tentang variasi budaya dalam
memperkenalkan diri dan orang lain.
Essential
Questions:
·
Bagaimana cara yang tepat untuk
memperkenalkan diri dan orang lain dalam Bahasa Inggris?
·
Mengapa penting memahami perbedaan
antara sapaan formal dan informal?
· Bagaimana budaya mempengaruhi cara kita memperkenalkan diri?
Pemahaman
yang Diharapkan:
·
Siswa akan memahami bahwa cara
memperkenalkan diri dan orang lain dapat bervariasi tergantung pada konteks
sosial dan budaya.
·
Siswa akan menguasai penggunaan ungkapan
Bahasa Inggris yang tepat untuk perkenalan dalam situasi yang berbeda.
IV.
Penilaian
(Assessment)
Performance
Task:
·
Siswa akan berpartisipasi dalam simulasi
percakapan di mana mereka harus memperkenalkan diri dan orang lain dalam
situasi formal dan informal. Penilaian akan didasarkan pada ketepatan
penggunaan bahasa, intonasi, dan kesesuaian konteks.
Penilaian
Tambahan (Other Evidence):
·
Kuis kosakata yang terkait dengan
perkenalan.
·
Tugas tertulis di mana siswa harus
menjelaskan pentingnya menggunakan sapaan yang sesuai.
·
Observasi dan catatan guru selama
kegiatan simulasi.
V. Rencana Pembelajaran (Learning Plan)
Pendahuluan
(Introduction) - 15 menit:
·
Guru menyapa peserta didik
·
Guru Meminta pesera didik untuk berdoa
·
Guru mengecek kehadiran
·
Guru membuka kelas dengan diskusi
mengenai bagaimana siswa biasanya memperkenalkan diri dalam bahasa mereka
sendiri.
·
Guru menunjukkan video singkat atau
memainkan contoh percakapan yang menampilkan perkenalan dalam Bahasa Inggris.
Latihan
Terbimbing (Guided Practice) - 20 menit:
·
Guru memberikan pengajaran langsung
mengenai ungkapan-ungkapan perkenalan yang umum digunakan.
·
Siswa dipasangkan untuk berlatih
memperkenalkan diri dan orang lain dengan menggunakan frasa-frasa tersebut
dalam situasi yang diskenariokan oleh guru.
Latihan
Mandiri (Independent Practice) - 20 menit:
·
Siswa diminta menulis dialog perkenalan
mereka sendiri, yang kemudian akan dipraktikkan di depan kelas.
· Siswa lain memberikan umpan balik yang konstruktif.
Penutup
(Closing) - 5 menit:
·
Guru menyimpulkan pelajaran dengan
menekankan pentingnya pemahaman konteks dalam perkenalan.
·
Umpan balik diberikan kepada siswa
berdasarkan kinerja mereka dalam latihan dan presentasi.
VI.
Sumber dan Materi Ajar (Resources)
Materi
Teks:
·
Buku pelajaran Bahasa Inggris yang
mencakup bab tentang sapaan dan perkenalan.
·
Lembar kerja yang berisi contoh-contoh
dialog perkenalan.
Media
dan Alat Bantu:
·
Spidol, penghapus dan papan tulis
·
Teks dialog
·
Video percakapan sehari-hari dalam
Bahasa Inggris.
·
Alat audio-visual untuk memutar contoh
percakapan.
VII.
Diferensiasi
Pembelajaran (Differentiated Instruction)
Untuk
Siswa dengan Keterampilan Tinggi:
·
Siswa yang lebih mahir dapat ditugaskan
untuk memperkenalkan diri dalam situasi yang lebih formal atau menambahkan
elemen budaya yang lebih kompleks dalam perkenalan mereka.
Untuk
Siswa yang Memerlukan Bantuan:
·
Siswa yang membutuhkan dukungan tambahan
dapat diberi template dialog atau daftar frasa kunci yang dapat mereka gunakan
dalam perkenalan mereka.
VIII.
Refleksi
Guru
Setelah pelaksanaan
modul, guru akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas modul ajar ini melalui
pengamatan terhadap pencapaian siswa dan refleksi pribadi mengenai metode
pengajaran yang digunakan. Penyesuaian akan dilakukan untuk memperbaiki
pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Refleksi
Hal yang terpenting
yang saya peroleh setelah mempelajari topik Menerapkan Prinsip Uderstanding by Design pada Pembelajaran
adalah untuk mencapai hasil belajar yang efektif agar kebutuhan belajar peserta
didik terpenuhi di perlukan stretegi yang baik, oleh karena itu yang saya
lakukan pertama adalah menetapkan tujuan pembelajaran kemudian menentukan
asesmen dan desain proses belajar. Hal ini saya lakukan agar saya tentap
konsentrasi dan fokus pada pokok-pokok penting materi yang akan diajarkan
sehingga dapat menjangkau semua peserta didik dan mereka dapat menguasi materi
yang diajarkan dengan baik. Adapun
tantangan yang saya hadapi dalam menerapkan desain pembelajaran ini yaitu
meyesuaikannya dengan beragam tingkat kemampuan dan kemauan belajar peserta
didik, sehingga diperlukan cara yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan
kemauan belajar mereka.
Lampiran:
1. Dokumentasi
Pembelajaran:
|
|
|
|
|
|






13 komentar:
Ulasan materinya sangat bagus dan menarik. Kontennya dapat dijadikan salah satu sumber informasi bagi saya dalam menyusun modul ajar menggunakan prinsip UbD. Trimakasi sudah berbagi, salam semangat dan teruslah berkarya🙏🙏
Mantap dan sesuai materi yang akan disampaikan serta sesuai profil pancasila
Ringkasan materi sangat membantu memahami prinsip UbD. Contoh pembelajarannya juga bagus dan baik
Sangat menarik materinya, bagus untuk dijadikan pedoman dan referensi pembelajaran
Ulasan jurnal dan aksi nyatanya sangat baik dan mudah untuk dipahami.
Kontennya sangat bagus pa guru...semangat terus
Kontennya sangat bagus pa guru...semangat terus
sangat menarik materinya, tingkatkan selalu pak guru.
Sangat bagus, materi yang di sampaikan sangat jelas dan mudah dipahami
Materinya sangat bagus dan jelas,, runtutan kegiatan juga sangat jelas
Penjelasan materinya sangat bagus dan terstruktur, menginspirasi 👍
Penjelasan materinya sangat bagus dan terstruktur, menginspirasi👍
Sangat bagus, pemaparan materinya cukup jelas dan lengkap.
Posting Komentar