Tampilkan postingan dengan label https://nuradarmada.blogspot.com/?m=1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label https://nuradarmada.blogspot.com/?m=1. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 April 2023

Salah satu contoh ungkapan dalam Bahasa Rembong NTT

 Salah satu Contoh ungkapan dalam bahasa Indonesia yang ada dalam bahasa Rembong

Bahasa Indonesia " Bagai makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tak dimakan bapa mati"

Bahasa Rembong " Go Ghan wau, go weta muru"

   BY, Agustinus Nuradarmada. 

            1 Maret 2020.

10 contoh Kosa kata Kerja (Verbs) dalam Bahasa Rembong NTT

 10 contoh kata kerja dalam Bahasa Rembong

1. Go weli (membeli, berbelanja)

2.  Polong ( memotong)

3. Pok ( memukul, menghajar)

4. Ngemba (mencari)

5. Ses'a (menebas)

6. Tiku (menimba)

7. Ton  (menada)

8.  Reb'i (menarik)

9. Zazang (menggoreng)

10. Keng'e (mendengar)


1/3/2020

LIPA ( KAIN) REMBONG

 LIPA REMBONG


        Hampir semua daerah di Nusa Tenggara Timur menggunakan Lipa (Kain) sebagai pakaian adat yang diperuntukan untuk laki laki dan perempuan sebagai bentuk keunikan serta kekhasan adat dari masing masing suku atau etnis setiap daerah di Kabupaten yang ada di NTT, terlebih khusus Orang Rembong di Kabupaten Manggarai Timur Kecamatan Elar juga memiliki kain khusus serta unik yakni LIPA (Kain) Rembong sebagai busana adat. 

      Orang Rembong tersebar di beberapa tempat diantaranya: Lempang Paji, Wae Rasan, Kaju Wangi, Golo Lebo, Legur Lai, Nanga Mbaur,Nampar Sepang dan Golo Lijun,dlln

         Lipa (Kain) Rembong tidak saja digunakan sebagai busana adat juga sebagai sumber keuangan apabila dijual. Harga jual Lipa (Kain)Rembong menembus Rp. 500.000 samapai dengan Rp. 700.00 per lembar. Tentu saja sangat fantastis bukan?. Merupakan pekerjaan khusus bagi para perempuan Rembong untuk memproduksikannya.

        Lipa Rembong tentu saja unik dan khas tersendiri. Dengan Tampilan yang simpel tetapi berkelas, Lipa Rembong menyimpan kesan estetis sebagai hasil kreasi para perempuan Rembong.


04 April 2023 by Agustinus Nuradarmada