Selasa, 03 September 2024

PRINSIP PEMBELAJARAN DAN ASESMEN UMUM AKSI NYATA MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

                                     PRINSIP PEMBELAJARAN DAN ASESMEN UMUM

AKSI NYATA MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI



AGUSTINUS NURADARMADA

No. UKG: 201509203293

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN PILOTING 2

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

2024


A.    MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Sebagai seorang guru tentu memahami bahwa peserta didik memiliki keunikannya masing-masing. Keunikan peserta didik tersebut menyebabkan kebutuhan belajarnya menjadi tidak sama. Oleh karena itu  guru pelu melakuan aksi nyata pembelajaran berdiferensiasi yaitu pembelajaran yang berpusat pada pemenuhan kebutuhan belajar peserta didiknya.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang memahami bahwa setiap peserta didik adalah unik dan memiliki kebutuhan belajar yang berbeda.

Pada pembelajaran berdiferensiasi, guru merancang pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan individual peserta didik, mengakui gaya belajar, minat, kesiapan belajar, profil belajar peserta didik, dan kebutuhan pribadi masing-masing (Tomlinson, C. A.; 2014; 2000; 2001).

B.     KOMPONEN DALAM PEMBELAJARAN DIFERENSIASI

Untuk dapat memenuhi kebutuhan peserta didik, terdapat tiga komponen dalam pembelajaran diferensiasi yang dapat diterapkan oleh guru, yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk (Tomlinson, C. A.; 2000; 2001).

1.Diferensiasi Konten

Diferensiasi konten berfokus pada bagaimana materi pembelajaran disajikan kepada peserta didik dalam diferensiasi konten, guru mengubah materi pelajaran agar sesuai dengan tingkat pemahaman, minat, dan gaya belajar peserta didik. Ini dapat mencakup menyediakan materi tambahan, memodifikasi tingkat kesulitan, atau menggunakan sumber daya yang berbeda sesuai dengan kebutuhan individu. Contoh diferensiasi konten diantaranya: menyediakan bahan bacaan dengan tingkat kesulitan yang berbeda. menyediakan video, grafik, atau multimedia untuk mendukung pemahaman dan memberikan proyek atau tugas tambahan untuk peserta didik yang lebih maju. 

2.Diferensiasi Proses

Diferensiasi proses berkaitan dengan bagaimana cara guru membelajarkan dan membimbing peserta didik. Dalam diferensiasi proses, guru dapat menggunakan strategi pembelajaran yang beragam agar sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan belajar peserta didik. Tujuan utamanya adalah memfasilitasi setiap peserta didik untuk dapat melakukan aktivitas belajar yang sesuai dengan kebutuhan belajar, sehingga proses tersebut dapat membangun pemahaman yang mendalam terhadap materi yang diajarkan. Contoh diferensiasi proses diantaranya:

a.   Menggunakan stasiun belajar atau rotasi aktivitas untuk memenuhi gaya belajar yang berbeda.

b.   Mengadakan diskusi kelompok kecil untuk mendukung kolaborasi.

c.   Menyelenggarakan pembelajaran berbasis proyek untuk memfasilitasi  pemahaman konsep

3.Diferensiasi Produk

Diferensiasi produk merupakan variasi hasil tugas pembelajaran dan penilaian produk atau hasil belajar peserta didik. Tugas dan penilaian untuk masing- masing peserta didik dibuat beragam namun masih tetap mengacu pada tujuan pembelajaran yang sama.

Diferensiasi produk mencakup bagaimana peserta didik menunjukkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah diajarkan. Dalam diferensiasi produk, guru memberikan pilihan kepada peserta didik untuk mengekspresikan pemahaman mereka melalui berbagai produk atau karya. Pendekatan ini memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan pemahaman mereka dengan cara yang sesuai dengan kekuatan dan preferensi mereka. Contoh diferensiasi produk diantaranya:

a.       Memberikan pilihan dalam format penugasan, seperti laporan tertulis, presentasi, atau proyek visual.

b.      Memungkinkan peserta didik untuk membuat produk kreatif yang mencerminkan pemahaman mereka.

c.       Memberikan proyek kolaboratif yang melibatkan peserta didik dalam menghasilkan produk bersama.

Dengan memahami dan menerapkan ketiga komponen ini, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna bagi setiap peserta didik dalam kelas mereka. Ini membantu memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan dukungan yang diperlukan sesuai dengan gaya belajar, minat, dan tingkat kememapuannya.

C.    INSPIRASI PEMBELAJARAN TOPIK

Setelah mempelajari topic ini saya menydari bahwa setiap pribadi peserta didik memiiki keunikannya masing-masing hal ini juga berpengaruh terhadap kebutuhan seerta gaya belajarnya masing-masing. Oleh karena itu sebelum memulai pelajaran guru harus melakukan asesmen awal untuk memastikan pengetahuan awal peserta didik tentang topic yang akan dipelajari.

Melalui topic ini juga saya juga dapat memahami 3 komponen diferensiasi yaaitu

1.      Diferensiasi konten

2.      Difrensiasi proses dan

3.      Diferensasi produk



Modul Ajar Berdiferensiasi

Mata Pelajaran          : Bahasa Inggris

Kelas                           : VIII

Chapter I                   : Celebrating Independence Day

Topik 1                       : The Champion of Panjat Pinang

A. Kompetensi Inti

  • Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahu tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.  
  • Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.  
  • Menunjukkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan kolaboratif dalam pemecahan masalah.
  • Mengkomunikasikan ide, perasaan, pikiran, dan hasil karya dalam berbagai bentuk representasi sesuai dengan konteks dan kegunaannya.

B. Kompetensi Dasar

  • Menerapkan kosakata terkait kegiatan perayaan kemerdekaan dalam teks lisan dan tulis sederhana.
  • Menjelaskan teks lisan dan tulis sederhana terkait kegiatan perayaan kemerdekaan.

C. Tujuan Pembelajaran

  • Siswa dapat menyebutkan kosakata terkait perlombaan panjat pinang dalam Bahasa Inggris.
  • Siswa dapat menceritakan pengalaman atau membuat cerita pendek tentang perlombaan panjat pinang menggunakan kosakata yang telah dipelajari.
  • Siswa dapat memahami teks bacaan sederhana tentang seorang juara panjat pinang.
  • Siswa dapat merespon teks bacaan dengan memberikan pendapat atau pertanyaan.

D. Materi Pembelajaran

  • Kosakata: climb, coconut, slippery, champion, agile, strong, traditional game, Independence Day
  • Struktur kalimat sederhana: past tense, simple present tense
  • Teks bacaan pendek tentang seorang juara panjat pinang

E. Metode Pembelajaran

  • Pembelajaran langsung (penjelasan, demonstrasi)
  • Diskusi kelompok
  • Penugasan individu
  • Presentasi
  • Permainan (misalnya: pantomim, tebak kata)

F. Kegiatan Pembelajaran

No.

Kegiatan

Waktu

Diferensiasi

1

Pendahuluan

1.      Guru memulai pelajaran dengan menayangkan video pendek tentang perlombaan panjat pinang.

2.      Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "What do you think about this game?"

15 menit

Semua siswa diajak berpartisipasi dalam diskusi.

2

Kegiatan Inti

1.      Guru menjelaskan kosakata baru terkait panjat pinang.

2.      Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan tugas untuk membuat cerita pendek tentang seorang juara panjat pinang.

3.      Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

4.      Guru memberikan teks bacaan tentang seorang juara panjat pinang. Siswa diminta membaca dan menjawab pertanyaan.

45 menit

·         Siswa tingkat rendah: diberikan kosakata tambahan dengan gambar.

·         Siswa tingkat sedang: diberikan contoh kalimat sederhana.

·         Siswa tingkat tinggi: diminta untuk menambahkan dialog pada cerita pendek.

3

Penutup

1.      Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari.

2.       Guru memberikan tugas individu untuk membuat poster tentang perlombaan panjat pinang.

15 menit

Semua siswa diberikan tugas individu.

G. Penilaian

  • Penilaian sikap: diamati selama proses pembelajaran
  • Penilaian pengetahuan: melalui tes tertulis (isian singkat, benar-salah)
  • Penilaian keterampilan: melalui presentasi kelompok dan tugas individu

H. Media Pembelajaran

  • Spidol
  • Papan tulis
  • penghapus
  • Video
  • Gambar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 





Senin, 02 September 2024

AKSI NYATA MENERAPKAN PRINSIP UDERSTANDING BY DESIGN PADA PEMBELAJARAN


PRINSIP PEMBELAJARAN DAN ASESMEN UMUM

AKSI NYATA MENERAPKAN PRINSIP UDERSTANDING BY DESIGN PADA PEMBELAJARAN


Agustinus Nuradarmada

No. UKG: 201509203293

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN PILOTING 2

UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

2024


A.    MENERAPKAN PRINSIP UDERSTANDING BY DESIGN PADA PEMBELAJARAN

Understanding by Design (UbD) atau dikenal dengan sebutan Backward Design merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang dipelopori oleh tokoh pendidikan Grant Wiggins dan Jay McTighe (2005). Pendekatan UbD berlandaskan pada prinsip-prinsip (Wiggins dan Jay McTighe, 2005), yaitu:

1.    Merupakan perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sebagai bagian dari tugasnya.

2.    Merupakan upaya untuk mengembangkan kemampuan peserta didik memaknai belajar melalui konsep-konsep utama.

3.    Mendorong peserta didik memaknai pembelajaran secara mandiri melalui bukti kinerja otentik.

4.    Perencanaan pembelajaran yang efektif yang dimulai guru menentukan capaian atau tujuan pembelajaran yang dicapai oleh peserta didik.

5.    Guru membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Tidak hanya mengajar, guru harus memastikan pembelajaran terjadi dan bermakna bagi peserta didik.

6.    Refleksi berkala terhadap bagaimana pembelajaran dilakukan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik.

7.    UbD merefleksikan peningkatan yang berkelanjutan untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik.

 

B.        LANGKAH- LANGKAH PERENCANAA PEMBELAJARAN PRINSIP UBD 

UbD merupakan suatu pendekatan dalam merencanakan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman mendalam peserta didik terhadap materi pelajaran yang diajarkan. Ada tiga langkah utama yang perlu dilakukan dalam merencanakan pembelajaran dengan prinsip UbD, yaitu menentukan tujuan pembelajaran, menentukan asesmen pembelajaran, dan merancang aktivitas pembelajaran (Grant Wiggins dan Jay McTighe, 2005).

 

1.      Menentukan Tujuan Pembelajaran

Berdasarkan prinsip UbD, langkah pertama yang diperlukan untuk merencanakan pembelajaran adalah menentukan tujuan pembelajaran.

 Tujuan pembelajaran harus jelas, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan tujuan pembelajaran,yaitu:

a.   Fokus pada pengembangan pemahaman yang mendalam dan relevan.

b.   Identifikasi tujuan pembelajaran yang spesifik dan mengarah pada pemahaman  konsep.

2.      Menentukan Asesmen Pembelajaran

Setelah merumuskan tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan pada prinsip UbD adalah merencanakan proses asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran baik itu Assessment for Learning (AfL), Assessment as Learning (AaL),  dan Assessment of Learning (AoL).

3.      Merancang Kegiatan Pembelajaran

Setelah merumuskan tujuan pembelajaran dan asesmen, langkah selanjutnya pada prinsip UbD adalah merancang kegiatan pembelajaran dengan memilih pendekatan yang tepat. Mendesain kegiatan pembelajaran dengan prinsip UbD melibatkan perencanaan yang cermat untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang efektif dan bermakna. Kegiatan pembelajaran seharusnya tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menstimulasi pemikiran kritis, refleksi, dan aplikasi konsep dalam konteks yang relevan.

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN PRINSIP

UNDERSTANDING BY DESIGN

PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

 

MODUL AJAR:

Topik: Introducing Oneself and Others ( Pengenalan Diri dan Orang Lain)

       I.            Latar Belakang

Dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris, kemampuan untuk memperkenalkan diri dan orang lain merupakan keterampilan dasar yang esensial. Keterampilan ini tidak hanya penting dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga dalam situasi formal dan informal di berbagai konteks budaya. Modul ajar ini dirancang menggunakan pendekatan Understanding by Design (UbD),yang berfokus pada pemahaman mendalam dan transfer pengetahuan.

    II.            Tujuan Pembelajaran

Tujuan Umum:

·         Meningkatkan kompetensi siswa dalam memperkenalkan diri dan orang lain dalam Bahasa Inggris, dengan memperhatikan konteks situasi formal dan informal.

Tujuan Khusus:

·         Siswa mampu menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat untuk memperkenalkan diri dan orang lain dalam situasi formal dan informal.

·         Siswa memahami perbedaan konteks penggunaan sapaan dan perkenalan dalam budaya yang berbeda.

·         Siswa dapat melakukan dialog perkenalan dengan lancar dan tepat.

 III.             Hasil Pembelajaran yang Diinginkan

Big Ideas:

·         Pentingnya menggunakan sapaan dan perkenalan yang tepat dalam berbagai konteks komunikasi.

·         Pemahaman tentang variasi budaya dalam memperkenalkan diri dan orang lain.

Essential Questions:

·         Bagaimana cara yang tepat untuk memperkenalkan diri dan orang lain dalam Bahasa Inggris?

·         Mengapa penting memahami perbedaan antara sapaan formal dan informal?

·         Bagaimana budaya mempengaruhi cara kita memperkenalkan diri?

Pemahaman yang Diharapkan:

·         Siswa akan memahami bahwa cara memperkenalkan diri dan orang lain dapat bervariasi tergantung pada konteks sosial dan budaya.

·         Siswa akan menguasai penggunaan ungkapan Bahasa Inggris yang tepat untuk perkenalan dalam situasi yang berbeda.

 IV.            Penilaian (Assessment)

Performance Task:

·         Siswa akan berpartisipasi dalam simulasi percakapan di mana mereka harus memperkenalkan diri dan orang lain dalam situasi formal dan informal. Penilaian akan didasarkan pada ketepatan penggunaan bahasa, intonasi, dan kesesuaian konteks.

Penilaian Tambahan (Other Evidence):

·         Kuis kosakata yang terkait dengan perkenalan.

·         Tugas tertulis di mana siswa harus menjelaskan pentingnya menggunakan sapaan yang sesuai.

·         Observasi dan catatan guru selama kegiatan simulasi.

    V.            Rencana Pembelajaran (Learning Plan)

Pendahuluan (Introduction) - 15 menit:

·         Guru menyapa peserta didik

·         Guru Meminta pesera didik untuk berdoa

·         Guru mengecek kehadiran

·         Guru membuka kelas dengan diskusi mengenai bagaimana siswa biasanya memperkenalkan diri dalam bahasa mereka sendiri.

·         Guru menunjukkan video singkat atau memainkan contoh percakapan yang menampilkan perkenalan dalam Bahasa Inggris.


Latihan Terbimbing (Guided Practice) - 20 menit:

·         Guru memberikan pengajaran langsung mengenai ungkapan-ungkapan perkenalan yang umum digunakan.

·         Siswa dipasangkan untuk berlatih memperkenalkan diri dan orang lain dengan menggunakan frasa-frasa tersebut dalam situasi yang diskenariokan oleh guru.

Latihan Mandiri (Independent Practice) - 20 menit:

·         Siswa diminta menulis dialog perkenalan mereka sendiri, yang kemudian akan dipraktikkan di depan kelas.

·         Siswa lain memberikan umpan balik yang konstruktif.

Penutup (Closing) - 5 menit:

·         Guru menyimpulkan pelajaran dengan menekankan pentingnya pemahaman konteks dalam perkenalan.

·         Umpan balik diberikan kepada siswa berdasarkan kinerja mereka dalam latihan dan presentasi.

 VI.             Sumber dan Materi Ajar (Resources)

Materi Teks:

·         Buku pelajaran Bahasa Inggris yang mencakup bab tentang sapaan dan perkenalan.

·         Lembar kerja yang berisi contoh-contoh dialog perkenalan.

Media dan Alat Bantu:

·         Spidol, penghapus dan papan tulis

·         Teks dialog

·         Video percakapan sehari-hari dalam Bahasa Inggris.

·         Alat audio-visual untuk memutar contoh percakapan.

VII.            Diferensiasi Pembelajaran (Differentiated Instruction)

Untuk Siswa dengan Keterampilan Tinggi:

·         Siswa yang lebih mahir dapat ditugaskan untuk memperkenalkan diri dalam situasi yang lebih formal atau menambahkan elemen budaya yang lebih kompleks dalam perkenalan mereka.

Untuk Siswa yang Memerlukan Bantuan:

·         Siswa yang membutuhkan dukungan tambahan dapat diberi template dialog atau daftar frasa kunci yang dapat mereka gunakan dalam perkenalan mereka.

VIII.            Refleksi Guru

Setelah pelaksanaan modul, guru akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas modul ajar ini melalui pengamatan terhadap pencapaian siswa dan refleksi pribadi mengenai metode pengajaran yang digunakan. Penyesuaian akan dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Refleksi

Hal yang terpenting yang saya peroleh setelah mempelajari topik Menerapkan Prinsip Uderstanding by Design pada Pembelajaran adalah untuk mencapai hasil belajar yang efektif agar kebutuhan belajar peserta didik terpenuhi di perlukan stretegi yang baik, oleh karena itu yang saya lakukan pertama adalah menetapkan tujuan pembelajaran kemudian menentukan asesmen dan desain proses belajar. Hal ini saya lakukan agar saya tentap konsentrasi dan fokus pada pokok-pokok penting materi yang akan diajarkan sehingga dapat menjangkau semua peserta didik dan mereka dapat menguasi materi yang diajarkan dengan baik.  Adapun tantangan yang saya hadapi dalam menerapkan desain pembelajaran ini yaitu meyesuaikannya dengan beragam tingkat kemampuan dan kemauan belajar peserta didik, sehingga diperlukan cara yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan kemauan belajar mereka.

Lampiran:

 

1.      Dokumentasi Pembelajaran: