PRINSIP PEMBELAJARAN DAN ASESMEN UMUM
AKSI
NYATA MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
AGUSTINUS
NURADARMADA
No.
UKG: 201509203293
PENDIDIKAN
PROFESI GURU DALAM JABATAN PILOTING 2
UNIVERSITAS
AHMAD DAHLAN
2024
A.
MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Sebagai seorang guru
tentu memahami bahwa peserta didik memiliki
keunikannya masing-masing. Keunikan peserta didik tersebut menyebabkan kebutuhan
belajarnya menjadi tidak sama.
Oleh karena itu guru pelu melakuan aksi nyata pembelajaran
berdiferensiasi yaitu pembelajaran yang
berpusat pada pemenuhan kebutuhan belajar peserta didiknya.
Pembelajaran
berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang memahami bahwa setiap peserta didik adalah unik dan
memiliki kebutuhan belajar yang berbeda.
Pada pembelajaran berdiferensiasi, guru merancang
pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan individual peserta
didik, mengakui gaya belajar, minat, kesiapan
belajar, profil belajar peserta didik, dan kebutuhan pribadi
masing-masing (Tomlinson, C. A.;
2014; 2000; 2001).
B.
KOMPONEN
DALAM PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Untuk dapat memenuhi
kebutuhan peserta didik, terdapat tiga komponen dalam pembelajaran diferensiasi yang dapat diterapkan oleh guru, yaitu
diferensiasi konten, diferensiasi proses,
dan diferensiasi produk
(Tomlinson, C. A.; 2000; 2001).
1.Diferensiasi Konten
Diferensiasi konten berfokus pada bagaimana materi pembelajaran disajikan kepada peserta didik dalam diferensiasi konten, guru mengubah materi pelajaran agar sesuai dengan tingkat pemahaman, minat, dan gaya belajar peserta didik. Ini dapat mencakup menyediakan materi tambahan, memodifikasi tingkat kesulitan, atau menggunakan sumber daya yang berbeda sesuai dengan kebutuhan individu. Contoh diferensiasi konten diantaranya: menyediakan bahan bacaan dengan tingkat kesulitan yang berbeda. menyediakan video, grafik, atau multimedia untuk mendukung pemahaman dan memberikan proyek atau tugas tambahan untuk peserta didik yang lebih maju.
2.Diferensiasi Proses
Diferensiasi proses
berkaitan dengan bagaimana cara guru membelajarkan dan membimbing peserta
didik. Dalam diferensiasi proses, guru dapat menggunakan strategi
pembelajaran yang beragam
agar sesuai dengan
gaya belajar dan kebutuhan
belajar peserta didik. Tujuan utamanya adalah memfasilitasi setiap peserta didik untuk dapat melakukan
aktivitas belajar yang sesuai dengan kebutuhan
belajar, sehingga proses tersebut dapat membangun pemahaman yang mendalam
terhadap materi yang diajarkan. Contoh diferensiasi proses diantaranya:
a.
Menggunakan stasiun belajar atau rotasi
aktivitas untuk memenuhi gaya belajar yang berbeda.
b.
Mengadakan diskusi kelompok kecil
untuk mendukung kolaborasi.
c.
Menyelenggarakan pembelajaran berbasis
proyek untuk memfasilitasi pemahaman konsep
3.Diferensiasi Produk
Diferensiasi produk merupakan variasi
hasil tugas pembelajaran dan penilaian produk
atau hasil belajar peserta didik. Tugas dan penilaian untuk masing- masing peserta didik dibuat beragam
namun masih tetap mengacu pada tujuan pembelajaran yang sama.
Diferensiasi produk mencakup bagaimana
peserta didik menunjukkan pemahaman mereka terhadap
materi yang telah diajarkan. Dalam diferensiasi produk,
guru memberikan pilihan
kepada peserta didik untuk mengekspresikan pemahaman mereka melalui
berbagai produk atau karya. Pendekatan ini memungkinkan
peserta didik untuk menunjukkan pemahaman mereka dengan cara yang sesuai dengan kekuatan dan preferensi
mereka. Contoh diferensiasi produk diantaranya:
a. Memberikan pilihan
dalam format penugasan,
seperti laporan tertulis,
presentasi, atau proyek
visual.
b. Memungkinkan peserta didik untuk membuat produk kreatif yang mencerminkan pemahaman mereka.
c. Memberikan
proyek kolaboratif yang melibatkan peserta
didik dalam menghasilkan produk bersama.
Dengan memahami dan menerapkan ketiga komponen ini, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna bagi setiap peserta didik dalam kelas mereka. Ini membantu memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan dukungan yang diperlukan sesuai dengan gaya belajar, minat, dan tingkat kememapuannya.
C.
INSPIRASI
PEMBELAJARAN TOPIK
Setelah mempelajari topic ini saya
menydari bahwa setiap pribadi peserta didik memiiki keunikannya masing-masing
hal ini juga berpengaruh terhadap kebutuhan seerta gaya belajarnya masing-masing.
Oleh karena itu sebelum memulai pelajaran guru harus melakukan asesmen awal
untuk memastikan pengetahuan awal peserta didik tentang topic yang akan
dipelajari.
Melalui topic ini juga saya juga
dapat memahami 3 komponen diferensiasi yaaitu
1. Diferensiasi
konten
2. Difrensiasi
proses dan
3. Diferensasi produk
Modul Ajar Berdiferensiasi
Mata Pelajaran :
Bahasa Inggris
Kelas :
VIII
Chapter I :
Celebrating Independence Day
Topik 1 :
The Champion of Panjat Pinang
A. Kompetensi Inti
- Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual,
konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahu tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
- Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
- Menunjukkan keterampilan berpikir kritis, kreatif,
reflektif, dan kolaboratif dalam pemecahan masalah.
- Mengkomunikasikan ide, perasaan, pikiran, dan hasil
karya dalam berbagai bentuk representasi sesuai dengan konteks dan
kegunaannya.
B. Kompetensi Dasar
- Menerapkan kosakata terkait kegiatan perayaan
kemerdekaan dalam teks lisan dan tulis sederhana.
- Menjelaskan teks lisan dan tulis sederhana terkait
kegiatan perayaan kemerdekaan.
C. Tujuan Pembelajaran
- Siswa dapat menyebutkan kosakata terkait perlombaan
panjat pinang dalam Bahasa Inggris.
- Siswa dapat menceritakan pengalaman atau membuat cerita
pendek tentang perlombaan panjat pinang menggunakan kosakata yang telah
dipelajari.
- Siswa dapat memahami teks bacaan sederhana tentang
seorang juara panjat pinang.
- Siswa dapat merespon teks bacaan dengan memberikan
pendapat atau pertanyaan.
D. Materi Pembelajaran
- Kosakata: climb, coconut, slippery, champion, agile,
strong, traditional game, Independence Day
- Struktur kalimat sederhana: past tense, simple present
tense
- Teks bacaan pendek tentang seorang juara panjat pinang
E. Metode Pembelajaran
- Pembelajaran langsung (penjelasan, demonstrasi)
- Diskusi kelompok
- Penugasan individu
- Presentasi
- Permainan (misalnya: pantomim, tebak kata)
F. Kegiatan Pembelajaran
|
No. |
Kegiatan |
Waktu |
Diferensiasi |
|
1 |
Pendahuluan 1.
Guru
memulai pelajaran dengan menayangkan video pendek tentang perlombaan panjat
pinang. 2.
Guru
mengajukan pertanyaan pemantik: "What do you think about this
game?" |
15
menit |
Semua siswa diajak berpartisipasi
dalam diskusi. |
|
2 |
Kegiatan Inti 1.
Guru
menjelaskan kosakata baru terkait panjat pinang. 2.
Siswa
dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan tugas untuk
membuat cerita pendek tentang seorang juara panjat pinang. 3.
Setiap
kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. 4.
Guru
memberikan teks bacaan tentang seorang juara panjat pinang. Siswa diminta
membaca dan menjawab pertanyaan. |
45
menit |
·
Siswa
tingkat rendah: diberikan kosakata tambahan
dengan gambar. ·
Siswa
tingkat sedang: diberikan contoh kalimat
sederhana. ·
Siswa
tingkat tinggi: diminta untuk menambahkan dialog
pada cerita pendek. |
|
3 |
Penutup 1.
Guru
bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari. 2.
Guru memberikan tugas individu untuk membuat
poster tentang perlombaan panjat pinang. |
15
menit |
Semua siswa diberikan tugas
individu. |
G. Penilaian
- Penilaian sikap:
diamati selama proses pembelajaran
- Penilaian pengetahuan: melalui tes tertulis (isian singkat, benar-salah)
- Penilaian keterampilan: melalui presentasi kelompok dan tugas individu
H. Media Pembelajaran
- Spidol
- Papan tulis
- penghapus
- Video
- Gambar










